
Ibadah umroh adalah perjalanan spiritual yang sangat dinantikan oleh banyak umat Muslim. Meski bukan ibadah wajib seperti haji, umroh tetap memiliki syarat umroh tertentu yang harus dipenuhi agar sah dan diterima. Syarat umroh ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, dengan beberapa perbedaan khusus. Yuk, simak penjelasan lengkapnya supaya kamu lebih siap menjalankan ibadah ke Tanah Suci!
Syarat Umum Umroh untuk Laki-laki dan Perempuan
1. Beragama Islam
Syarat pertama dan utama adalah beragama Islam. Umroh adalah ibadah khusus bagi umat Muslim, dan orang non-Muslim tidak diizinkan memasuki area Masjidil Haram atau berpartisipasi dalam ibadah ini.
2. Baligh dan Berakal Sehat
Baik laki-laki maupun perempuan yang akan melaksanakan umroh harus sudah baligh (dewasa) dan berakal sehat. Meskipun tidak termasuk syarat umroh yang utama, anak-anak memang boleh ikut, tapi tidak dihitung sebagai umroh wajib karena belum mencapai usia baligh. Orang dengan gangguan jiwa juga tidak diwajibkan karena tidak memiliki kemampuan untuk memahami dan menjalankan rukun umroh dengan sempurna.
3. Mampu Secara Fisik dan Finansial
Umroh adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik karena banyak aktivitas berjalan kaki seperti thawaf dan sa’i. Maka dari itu, jamaah harus dalam kondisi sehat dan kuat. Selain itu, umroh juga memerlukan biaya. Jadi, syarat umroh yang krusial adalah mampu secara finansial, termasuk biaya perjalanan, penginapan, makan, dan keperluan lainnya.
4. Mengetahui Tata Cara Umroh
Memahami teknis ibadah adalah bagian dari syarat umroh. Jamaah wajib mengetahui rukun dan sunnah umroh agar bisa melaksanakannya dengan benar. Mulai dari niat di miqat, thawaf, sa’i, hingga tahallul, semua harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.Oleh karena itu, mengikuti manasik umroh sebelum berangkat sangat penting agar tidak bingung saat di Tanah Suci.
Syarat Khusus Umroh bagi Perempuan yang Wajib Diketahui
1. Peraturan Mahram Saat Umroh
Salah satu perbedaan syarat umroh antara laki-laki dan perempuan adalah soal mahram. Dalam banyak pendapat ulama, seorang wanita tidak boleh bepergian jauh tanpa didampingi mahram (suami atau laki-laki yang haram dinikahi seperti ayah, kakak, adik).
Namun, beberapa ulama membolehkan wanita umroh tanpa mahram jika:
- Umrohnya melalui travel resmi dan aman.
- Ia berangkat bersama rombongan perempuan lainnya.
- Mendapat izin dari suami atau walinya.
Meskipun begitu, banyak biro perjalanan umroh tetap menyarankan wanita untuk berangkat dengan mahram, terutama jika itu umroh pertamanya.
2. Kondisi Suci dari Haid dan Nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak boleh melakukan thawaf karena syarat thawaf adalah suci dari hadas besar dan kecil. Oleh karena itu, sebaiknya memperkirakan waktu keberangkatan agar tidak bertepatan dengan masa haid.
Kalau terlanjur haid saat sampai di Mekkah, wanita bisa menunggu sampai suci, baru melaksanakan thawaf dan melanjutkan ibadah umrohnya.
Aturan Penting Lainnya: Larangan Ihram dan Niat Ikhlas
Setelah masuk ihram (memulai niat umroh), ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, seperti:
- Menggunakan wewangian
- Memotong rambut atau kuku
- Berburu atau membunuh hewan
- Berhubungan suami istri
- Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki
- Menutup wajah dan tangan bagi perempuan saat dalam ihram
Memahami larangan ihram penting supaya umroh tetap sah dan tidak terkena denda (dam).
Niat adalah hal terpenting dalam setiap ibadah. Pastikan niat umroh adalah ikhlas karena Allah, bukan karena ingin pamer, konten sosial media, atau gengsi sosial. Umroh yang dilakukan dengan hati bersih dan niat tulus insyaAllah akan mendapat keberkahan dan pahala besar.
Tabel Ringkas Perbedaan Syarat Umroh
| Syarat Umroh | Laki-Laki Perempuan |
| Beragama Islam | ✔️ ✔️ |
| Baligh dan berakal sehat | ✔️ ✔️ |
| Mampu fisik & finansial | ✔️ ✔️ |
| Mengetahui tata cara umroh | ✔️ ✔️ |
| Didampingi mahram | ❌ ✔️ |
| Tidak haid/nifas | ❌ ✔️ |
Kesimpulan
Umroh adalah ibadah yang luar biasa dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang memenuhi syarat umroh. Bagi laki-laki, syarat umroh relatif lebih sederhana. Namun, bagi perempuan, ada tambahan seperti keharusan bersama mahram dan tidak sedang haid saat thawaf.
Dengan memenuhi syarat-syarat ini, insyaAllah ibadah umroh bisa berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua diberi kesempatan dan kemampuan untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
FAQ: Syarat Umroh Bagi Perempuan dan Laki-laki
1. Apakah perempuan harus didampingi mahram saat umroh?
Secara umum, iya. Kebanyakan ulama menyatakan bahwa perempuan harus ditemani mahram saat melakukan perjalanan jauh seperti umroh. Namun, ada pendapat yang membolehkan perempuan berangkat tanpa mahram jika bersama rombongan yang aman dan mendapat izin dari wali atau suami.
2. Bolehkah perempuan umroh saat haid?
Tidak boleh melakukan thawaf dalam keadaan haid karena thawaf mengharuskan kondisi suci. Tapi perempuan boleh melakukan ibadah lainnya seperti dzikir dan doa. Thawaf harus dilakukan setelah haid selesai dan mandi besar (mandi junub).
3. Apakah anak-anak boleh ikut umroh?
Boleh. Anak-anak yang belum baligh boleh ikut umroh, tapi umrohnya tidak menggugurkan kewajiban umroh saat dewasa. Mereka tetap akan wajib umroh kembali jika sudah baligh dan mampu.
4. Apakah laki-laki harus mengenakan pakaian ihram tertentu?
Ya. Laki-laki harus memakai dua kain ihram putih tanpa jahitan saat memasuki miqat. Tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit seperti kaos, celana, atau pakaian dalam selama ihram.
5. Apakah perempuan boleh memakai pakaian berjahit saat umroh?
Boleh. Berbeda dengan laki-laki, perempuan boleh mengenakan pakaian berjahit seperti gamis atau kerudung. Namun, pakaian harus menutupi aurat, longgar, tidak transparan, dan tidak menarik perhatian.
6. Apakah syarat umroh sama dengan syarat haji?
Sebagian besar syarat umroh sama dengan syarat haji, seperti Islam, baligh, berakal, mampu secara fisik dan finansial. Namun, haji adalah ibadah wajib dengan waktu tertentu, sedangkan umroh adalah ibadah sunnah yang bisa dilakukan kapan saja.
7. Apakah ada usia minimum untuk umroh?
Tidak ada batas usia minimum, tapi yang dianjurkan adalah usia baligh agar ibadahnya sah sebagai ibadah yang bertanggung jawab. Bayi atau anak-anak boleh ikut, namun sebagai pendamping dan tidak menggugurkan kewajiban saat dewasa.
8. Apakah orang sakit boleh umroh?
Jika kondisi fisiknya memungkinkan dan dokter mengizinkan, maka boleh. Tapi jika sakit berat dan tidak mampu melaksanakan rukun umroh, sebaiknya ditunda. Dalam keadaan tertentu, boleh mewakilkan umroh (badal umroh) dengan syarat dan ketentuan.
9. Apakah harus bisa bahasa Arab untuk bisa umroh?
Tidak wajib. Tapi mengetahui beberapa kata dasar dan doa-doa dalam bahasa Arab sangat membantu. Biasanya, travel umroh menyediakan pembimbing yang akan membantu selama proses ibadah.
10. Apakah wanita boleh memakai cadar dan sarung tangan saat ihram?Tidak. Saat dalam kondisi ihram, perempuan tidak boleh menutup wajah dan telapak tangan, sesuai larangan ihram. Namun, tetap boleh menjaga hijab dengan cara lain seperti menundukkan pandangan dan menjauh dari tempat keramaian laki-laki.
