
Melaksanakan umroh bukan hanya soal berangkat ke Mekkah dan mengelilingi Ka’bah. Ada aturan dan tahapan ibadah yang harus dijalankan dengan benar agar umroh sah dan diterima. Dua hal penting yang membentuk rukun dan wajib umroh harus kamu pahami sebelum berangkat. Apa bedanya? Rukun umroh adalah bagian inti ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, sedangkan wajib umroh adalah amalan yang harus dilakukan, tapi jika terlewat bisa ditebus dengan dam (denda). Yuk, kita bahas satu per satu dengan penjelasan yang simpel dan detail!
Apa Itu Rukun Umroh? (Jika Ditinggal, Umroh Tidak Sah)
Bagian pertama dari rukun dan wajib umroh yang akan kita bahas adalah Rukun, yaitu syarat utama yang harus dilaksanakan oleh setiap jamaah. Kalau salah satu rukun ini tidak dikerjakan, maka ibadah umroh menjadi tidak sah dan harus diulang.
1. Ihram (Niat Umroh dari Miqat)
Ihram adalah awal dari ibadah umroh. Jamaah harus berniat umroh di tempat miqat (batas geografis yang ditentukan) sambil mengenakan pakaian ihram. Untuk laki-laki, pakai dua lembar kain putih tanpa jahitan. Untuk perempuan, pakai baju muslimah longgar dan menutup aurat tanpa wangi-wangian.
Contoh niat: “Labbaikallahumma Umroh” (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umroh)
Memahami konsekuensi ini adalah bagian penting dari rukun dan wajib umroh; setelah niat, jamaah masuk dalam kondisi ihram dan terikat dengan larangan-larangannya.
2. Thawaf
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Thawaf dilakukan dengan berjalan kaki dan penuh khusyuk, sambil berdoa atau berdzikir.
Putaran harus lengkap dan tidak boleh kurang dari tujuh. Jika terhenti, harus dilanjutkan dari titik yang sama.
3. Sa’i
Setelah thawaf, jamaah melakukan sa’i, yaitu berjalan cepat antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Selama sa’i, jamaah dianjurkan banyak berdzikir dan berdoa.
Sa’i mengingatkan kita pada perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail. Ini adalah simbol kesabaran dan pengharapan kepada Allah.
4. Tahallul
Tahallul adalah memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Laki-laki disunnahkan mencukur habis rambut (halq), sedangkan perempuan cukup memotong sekitar satu ruas jari.
Setelah tahallul, jamaah terbebas dari semua larangan ihram. Umroh pun selesai dan sah.
Apa Itu Wajib Umroh? (Jika Ditinggal, Bisa Ditebus dengan Dam)
Setelah memahami Rukun, bagian kedua dari rukun dan wajib umroh adalah Wajib, yaitu amalan yang harus dilakukan, tapi jika terlewat, umroh tetap sah asalkan dibayar dam (denda), seperti menyembelih kambing.
1. Memulai Ihram dari Miqat yang Benar
Jamaah wajib memulai ihram dari tempat miqat sesuai jalur kedatangan (Yalamlam, Bir Ali, dsb). Jika masuk Mekkah tanpa niat dan ihram dari miqat, maka harus kembali ke miqat atau bayar dam.
2. Menjaga Larangan Saat Ihram
Selama dalam kondisi ihram, jamaah tidak boleh:
- Memakai wewangian
- Memotong rambut atau kuku
- Berburu atau membunuh binatang
- Berhubungan suami istri
- Bertengkar atau berkata kasar
- Memakai pakaian berjahit (untuk laki-laki)
Jika ada larangan yang dilanggar, jamaah harus bayar dam sebagai gantinya.
3. Tetap di Mekkah Sampai Umroh Selesai
Jamaah wajib tetap berada di Mekkah hingga semua rukun umroh selesai. Tidak boleh keluar kota atau berpindah ke Madinah dulu sebelum menyelesaikan thawaf, sa’i, dan tahallul.
Tabel Ringkasan Perbedaan Rukun dan Wajib Umroh
Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah tabel ringkasan perbedaan antara rukun dan wajib umroh:
| Jenis | Nama | Keterangan |
| Rukun Umroh | Ihram Thawaf Sa’i Tahallul | Niat dari miqat Mengelilingi Ka’bah 7 kali Berjalan antara Shafa dan Marwah 7 kali Potong rambut setelah selesai ibadah |
| Wajib Umroh | Ihram dari Miqat Menjaga larangan ihram | Harus niat dari titik yang ditentukan Tidak melanggar hal-hal yang dilarang saat ihram |
| Jenis | Menginap di Mekkah | Tidak keluar Mekkah sebelum semua rukun selesai |
Konsekuensi Jika Rukun atau Wajib Umroh Terlewat
Apa yang Terjadi Jika Ada yang Terlewat?
- Jika rukun umroh terlewat: Umroh tidak sah dan harus diulang.
- Jika wajib umroh terlewat: Umroh tetap sah, tapi harus membayar dam (denda).
Maka dari itu, penting banget memahami perbedaan rukun dan wajib umroh. Jangan sampai ibadah yang sudah jauh-jauh ditempuh jadi sia-sia hanya karena kurang paham teknis rukun dan wajib umroh.
Kesimpulan
Sebelum berangkat umroh, kamu wajib tahu perbedaan rukun dan wajib umroh supaya ibadahnya sah dan diterima Allah SWT. Rukun adalah inti ibadah yang tidak bisa ditinggalkan, sementara wajib adalah pelengkap yang tidak boleh diremehkan.
Dengan memahami keduanya, kamu bisa menjalankan umroh dengan lebih tenang, fokus, dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Jangan lupa ikuti manasik dan terus belajar agar umrohmu menjadi perjalanan spiritual terbaik dalam hidupmu.
FAQ: Rukun dan Wajib Umroh
1. Apa bedanya rukun umroh dan wajib umroh?
Rukun umroh adalah bagian utama dari ibadah umroh yang tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Jika salah satu rukun tidak dilaksanakan, maka umroh tidak sah. Wajib umroh adalah bagian penting yang harus dilakukan, tapi kalau terlewat bisa ditebus dengan dam (denda) seperti menyembelih kambing.
2. Apa saja rukun umroh yang harus dilakukan?
Ada empat rukun umroh:
- Niat dan ihram dari miqat
- Thawaf mengelilingi Ka’bah 7 kali
- Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah 7 kali
- Tahallul (memotong rambut)
Semua rukun ini wajib dilakukan secara urut dan lengkap agar umroh sah.
3. Jika saya tidak memulai ihram dari miqat, apakah umroh saya sah?
Umroh tetap sah, tapi kamu wajib membayar dam (denda) karena meninggalkan salah satu kewajiban umroh, yaitu niat ihram dari tempat miqat. Idealnya, kamu harus kembali ke miqat dan mulai ihram dari sana.
4. Apa saja larangan saat ihram?
Beberapa larangan ihram antara lain:
- Menggunakan parfum atau wewangian
- Memotong rambut atau kuku
- Membunuh hewan buruan
- Berhubungan suami istri
- Bertengkar atau berkata kotor
- Laki-laki: memakai pakaian berjahit dan menutup kepala
- Perempuan: menutup wajah dan tangan
Melanggar larangan ihram bisa dikenai dam sesuai jenis pelanggarannya.
5. Apakah wajib umroh bisa diabaikan tanpa konsekuensi?
Tidak. Jika kamu meninggalkan wajib umroh, maka kamu wajib membayar dam agar ibadah tetap sah. Jangan anggap sepele, karena wajib umroh adalah bagian penting dalam menyempurnakan ibadah.
6. Bolehkah tahallul dilakukan sebelum sa’i?
Tidak boleh. Urutan rukun umroh harus sesuai, yaitu thawaf → sa’i → tahallul. Jika dilakukan tidak urut, maka umroh bisa batal dan harus diulang.
7. Apakah bisa menyewa orang untuk membayar dam?
Ya, bisa. Dam bisa dibayarkan langsung di Tanah Suci atau diwakilkan melalui lembaga resmi atau travel yang menyediakan layanan penyembelihan dam sesuai syariat.
8. Jika saya salah hitung thawaf atau sa’i, apakah umroh saya batal?
Jika salah hitung dan belum menyelesaikan 7 putaran, maka wajib dilanjutkan hingga lengkap. Kalau sudah selesai dan baru sadar ada yang kurang, disarankan mengulang thawaf atau sa’i tersebut dari awal.
9. Apa hukumnya jika lupa tahallul?
Jika belum melakukan tahallul, maka kamu masih dalam keadaan ihram dan tetap terkena larangan ihram. Segera lakukan tahallul begitu ingat. Jika sudah melakukan hal yang melanggar ihram sebelum tahallul, maka harus bayar dam.
10. Apakah semua orang wajib tahu rukun dan wajib umroh sebelum berangkat?
Iya, ini sangat penting. Tanpa memahami rukun dan wajib umroh, ada risiko ibadah tidak sah. Maka dari itu, jamaah dianjurkan ikut manasik umroh dan belajar tata cara umroh dari pembimbing atau ustaz sebelum keberangkatan.
